Senja itu, gw dan istri akan ke rumah sakit untuk konsultasi mengenai anastesi pada operasi esok hari. Kami berangkat ke rumah sakit sekitar jam 4 sore. Sesampainya di sana, kami harus menunggu terlebih dahulu. Hingga akhirnya,sekitar jam 5 sore,nama istri gw dipanggil oleh suster.
Di dalam ruangan dokter, kami dijelaskan mengenai tindakan anastesi spinal yang merupakan bius lokal setengah badan. Tindakan ini dilakaukan untuk mendukung operasi sesar istri gw. Dijelaskan pula berbagai efek samping yang bisa timbul akibat pembiusan ini. Namun,resiko tersebut jarang terjadi. Walaupun begitu, dalam hati gw merasa khawatir. Ya semoga saja operasi besok berjalan dengan lancar dan baik-baik saja.
Esok harinya, tanggal 23 Desember 2011, gw dan istri berangkat ke rumah sakit untuk menjalani operasi sesar. Ya,anak pertama kami akan lahir ke dunia dengan proses operasi sesar. Sebelumnya,ada perubahan jadwal operasi. Kemarin, gw dan istri meminta untuk dilakukan operasi jam 4 sore. Namun,pas pagi hari sekitar jam setengah tujuh, pihak rumah sakit menelepon dan mengabarkan perubahan jadwal operasi menjadi jam 10 pagi.
Akhirnya,setelah dipertimbangkan,istri pun setuju dan kami berangkat ke rumah sakit. Sesampainya di sana, istri gw langsung dipakaikan pakaian pasien. Sambil menunggu, gw pun menemani istri gw. Gw berusaha memberikan support dan berdoa semoga operasi ini berjalan dengan lancar.
Dan akhirnya, saat itu tiba juga. Istri gw hendak dibawa ke ruang operasi. Sebelum dibawa, suster mempersilahkan kami untuk berdoa. Gw pun mendoakan istri dan anak kami,semoga mereka berdua baik-baik saja. Kukecup kening istri gw dan kemudian suster membawa istri gw.
Di luar ruangan,rasa cemas dan khawatir datang melanda. Namun gw hanya bisa mendoakan semoga operasi istri gw berhasil,berjalan dengan lancar serta istri dan anak gw sehat walafiat.
Detik demi detik pun terus bergulir. Hingga akhirnya, suster pun berteriak,”Suami nyonya riza”. Iya,gw langsung tersontak. Sejak panggilan itu, gw merasa sedikit senang. Mungkin dalam benak gw terpikir bahwa operasi selesai dan ternyata benar,gw dipersilahkan masuk ke ruang bayi dan menemui bayi yang telah dilahirkan oleh istri gw.
Alhamdulillah, seketika itu juga rasa syukur dan bahagia datang menghampiri. Gw senang dan terharu bahwa sekarang gw telah memiliki seorang putra,ya seorang anak laki-laki,buah pernikahan gw dengan istri gw. Gw lihat wajah anak gw yang,subhanallah,lucu banget. Senang sekali melihat wajahnya dan mendengar tangisannya.
Selesai menjenguk anak gw,slanjutnya gw menanti untuk bertemu dengan wanita hebat yang telah melahirkan anakku. Gw ingin sekali bertemu dengan istri gw dan mengabarkan kepadanya bahwa ia telah berhasil melahirkan seorang putra yang sehat, tampan dan lucu. Gw ingin memeluknya dan mengecup keningnya.
Akhirnya, tak lama kemudian, gw dipanggil lagi dan diperbolehkan menemui istri gw. Gw lalu masuk ke ruangan dan berjalan menemui istri gw. Di dalam,ia masih dalam posisi tiduran. Tersenyum namun terlihat lemah. Wanita cantik di depan gw itu adalah wanita hebat dan wanita yang gw cintai. Gw pun masuk dan kemudian mengecup keningnya sambil selanjutnya mengucapkan,”Selamat yah,kamu jadi ibu sekarang”.
Kami berdua pun terharu. Gw senang bukan main dan serasa bahwa ini mimpi yang sangat indah namun berharap ini bukan lah mimpi dan memang ini adalah kenyataan yang terjadi.
Selanjutnya, kami pun sepakat untuk memberikan nama putra kami dengan nama Alvaro Mandriva.
